
proyek pembangunan pusat informasi majapahit (sumber SCTV)
Sewaktu saya berselancar mencari informasi tentang peninggalan-peninggalan bersejarah di Indonesia, sempat melihat kalimat “situs Kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto mengalami kerusakan…” Kemudian pencarian di mesin pencari saya ubah dengan kata kunci “majapahit trowulan rusak”. Hasilnya sangat mengejutkan, pada halaman pertama terpampang banyak berita tentang situs Majapahit yang berada di Trowulan, Mojokerto – Jawa Timur telah sengaja dirusak oleh pemerintah dengan alasan untuk membangun Trowulan Information Center atau Pusat Informasi Majapahit. Bangunan tersebut memakan tempat di area bekas kota Majapahit seluas 2.190 meter persegi. Sumber berita mengenai hal itu bisa dilihat disini.

Kawasan Situs Trowulan (sumber www.majapahit-kingdom.com)

Candi Tikus - Trowulan (sumber www.majapahit-kingdom.com)
Wohohohoho…great and bad news! Saya tidak akan membahas soal berita itu, karena pada link berita tersebut sudah dijelaskan panjang lebar. Saya hanya membayangkan disana terdapat sebuah bangunan megah yang katanya sebagai pusat informasi tentang segala macam seluk beluk yang berhubungan dengan Majapahit, dan…juga sebagai simbol penghancuran luar biasa terhadap peninggalan bersejarah.
Itu baru Trowulan, belum peninggalan-peninggalan bersejarah di lain tempat yang banyak tidak/belum terurus sampai saat ini.
Yang saya tidak habis pikir kenapa harus di area situs, kenapa tidak di lain tempat? Kalau di area situs dibangun bangunan hasil rekonstruksi ulang dari Jaman Majapahit sih ngga’ masalah.
Semoga yang mengerjakan proyek tersebut dari pencetus ide sampai ke pelaksana pembangunan mendapatkan malapetaka dan bernasib sial



























ayo kita selamatkan….tepatnya dimana nih kang, lam kenal
Comment by harry seenthing — January 9, 2009 @ 15:25 |
Salam kenal juga, saya ada di Magelang kang
Comment by cecepswp — January 9, 2009 @ 15:30 |
indonesia memang bangsa yang “rada aneh” disaat negara lain berlomba-lomba menyelamatkan asset bersejarahnya, eh ini malah menghancurkan dengan dalih pembangunan, rupanya udah kehabisan proyek kali yah bapak2 kita ug di pemerintah, mumpung masih berkuasa sampe bulan 4 ini jadinya serba dikebut, aji mumpung…
sorry mas, rodo emosi kiy…hehehehe…
salam kenal yoo..
suwon,
bonar
http://sihotang407.wordpress.com
Comment by bonar — January 10, 2009 @ 18:37 |
Pertama Indonesia udah dibilang aneh dalam manajemen promosi pariwisata, sekarang kita dibilang aneh lagi sebab membangun bangunan di kawasan “terlarang” yang alasannya untuk pariwisata juga:D
Ojo-ojo emang kita sebenernya masyarakat yang aneh yo…HueHueHueHue
Salam kenal juga kang, tengkyu udah berkunjung di blog saya ={^o^}=
Comment by cecepswp — January 11, 2009 @ 15:34 |
Sayang tempat bersejarah, sekarang jadi begini,
pada hal kalau diluar negri sudah dijadikan tempat wisata yang menarik
Comment by cookies — January 12, 2009 @ 10:07 |
itulah Endonesa
Comment by cecepswp — January 12, 2009 @ 10:22 |
Untuk melihat Desain sebenarnya dari Pusat Informasi Majapahit lihat link:http://heptadesain.wordpress.com/2009/01/14/desain-trowulan/ dan kronologi keterlibatan arsitek (Baskoro Tedjo) lihat link:http://heptadesain.wordpress.com/2009/01/14/kronologi-proyek-pusat-informasi-majapahit-pim/
Comment by heptadesain — January 14, 2009 @ 12:25 |
@heptadesain
Terimakasih atas kunjungannya kesini dengan informasi lebih detail mengenai kontroversi pembangunan Pusat Informasi Majapahit di Trowulan, Mojokerto – Jatim.
Tapi yang jelas area tersebut sudah terlanjur rusak, juga citra Indonesia sudah makin buruk di mata Internasional karena dinilai dengan sengaja telah merusak bukti-bukti sejarahnya sendiri.
Apakah tidak belajar dari kasus di Praha – Cheko yang rakyatnya mengkritik atas tindakan pemerintahnya yang sengaja memberikan ijin untuk mendirikan bangunan mall di sebuah area situs bersejarah?
Saya hanya berharap, Kasus Trowulan menjadi pelajaran yang sangat-sangat berharga bagi kita semua, walaupun sudah membuat kerugian yang sangat besar sekali…
Comment by cecepswp — January 14, 2009 @ 13:05 |
wahh sayang seribu sayang situs yang bernilai sejarah tinggi telah rusak oleh tangan2 orang sok keminter!!
menyebalkan euii…..
maksudna baik tapi ilmunya gak ada, sama aja merusak!!
aku jadi geram saat nonton liputannya di potret sctv…..
yow!
piye jal???
????????
Comment by taufiktop — January 20, 2009 @ 08:06 |
mulane dadio boch kang pinter ! jo sok keminter sodara2!!
nggolek ilmu kanggo kemaslahatan wong akeh…
jo mung gie nggolek duwit….
tul sodara2!!!??
Comment by taufiktop — January 20, 2009 @ 08:09 |
Surya Majapahit itu bahkan masih menghiasi pengimaman di Masjid Agung Ampel, Surabaya.
Semua yang terlibat dalam pengrusakan situs Majapahit kini sedang kita seret ke hadapan peradilan sejarah.
Mohon doa restu, agar semua upaya kita dalam menyelamatkan situs tersebut, akan dimudahkan oleh Allah.
Sampai jumpa di Trowulan.
Salamun ala manittaba’ al huda.
Comment by Deddy Prihambudi SH — January 20, 2009 @ 13:35 |
Masa sih mas,sebelah mananya yaa…waktu itu aku sempet ke trowulan ke candi bajang ratu juga
Comment by Judith — January 25, 2009 @ 15:10 |
Walah…coba diliat lagi ojo-ojo kelewatan
Comment by cecepswp — January 28, 2009 @ 02:02 |
Ya gue juga pernah nonton tuh beritanya… rasanya sangat menyedihkan peninggalan sejarah bangsa ini hancur berantakan. padahal gue sangat menyukai sejarah, namun Majapahit yang merupakan bagian sejarah dari Indonesia yang engga ada rekayasa akhirnya hancur berantakan.
Comment by blogngeblog — January 28, 2009 @ 06:02 |
seringkali gara2 petinggi yang menjabat hanya sekian tahun yang ndak mau tahu yang penting dapat duit proyek mumpung masih berkuasa. huff… itulah kalau mempunyai pemimpin hasil sogokan hasil money politik dan semacamnya.
Comment by accord — February 2, 2009 @ 17:58 |
Seberapa besarkah kerusakannya? Menurut kabar, luas Situs Trowulan 9 x 11 km, lalu ….. yang (di) rusak berapa kilometer sih???? Jika memang tidak boleh membangun di Situs Trowulan, lalu, apakah semua bangunan yang ada sekarang harus juga dibongkar? Ya mBok yao jangan begitu …..
Comment by Sangkara — February 4, 2009 @ 15:49 |
Tentang seberapa tingkat kerusakannya emang ngga’ sampai berkilo-kilo meter luasnya, tapi 1 meter persegi-pun sudah termasuk merusak jika mendirikan bangunan baru tanpa melalui analisis mengenai dampak lingkungan terhadap situs tersebut.
Soal area situs harus “disterilkan” dengan cara membongkar semua bangunan yang sudah ada sepertinya terlalu berlebihan dan ngga’ logis hehehe…
Comment by cecepswp — February 4, 2009 @ 17:19 |
sayang banget ya mas, tapi masyarakat bisa bantu apa ya?
gak hanya candi, banyak bangunan bersejarah lainnya yang nggak keurus salahsatunya kota tua di Semarang.
Comment by fetro — February 18, 2009 @ 07:13 |
untuk yang suka ngrusak situs,..sebagai orang mojoagung – jombang yang berbatasan langsung dengan Trowulan-Mojokerto cuma bisa ngomong : Jiancook kalian…
Comment by budiono amrullah — March 18, 2009 @ 16:26 |
untuk yang suka ngrusak situs,..sebagai orang mojoagung – jombang yang berbatasan langsung dengan Trowulan-Mojokerto cuma bisa ngomong : Jiancook kalian……………………….
Comment by budiono amrullah — March 18, 2009 @ 16:29 |
Trm ksh atas infonya.
Mungkin pemerintah punya maksud lain yaitu semakin melestarikan budaya. Tapi yg dimaksud menghancurkan itu apa?
Comment by Bnjr Pethuk — March 26, 2009 @ 00:45 |
melestarikan budaya untuk menghancurkan peninggalan peninggalan sejarah bangsa,munkin ,mas.he he he he!
Comment by eka — August 23, 2009 @ 03:10 |
Salam Kangmas,
Ada lagu yang pas utk pemerintah : “… Aku masih seperti yang dulu …”, masih tidak peduli akan Kesejarahan Indonesia karena dirasa tidak menghasilkan uang. Sungguh memalukan ya …
Comment by Ronas — April 16, 2009 @ 12:40 |
faktanya memang begitu
Comment by cecepswp — August 23, 2009 @ 14:09 |
menarik juga to dikunjungi bersama murid2 to belajar sejarah bangsa dan empati terhadap warisan leluhur, gimana caranya..trus supaya dapat pengetahuan yang pada porsinya. tidak berdasarkan kepentingan2 tertentu.
Comment by farichah — August 4, 2009 @ 03:36 |
Bisa2 anak cucu kita gak tahu kalo dulu pernah ada kerajaan Majapahit ..waks
Comment by Ryan — August 13, 2009 @ 06:08 |
Warisan budaya yang menarik.
Niat awalnya sech bagus ingin menyatukan semua peninggalan budaya Majapahit, tapi proses pelaksanaannya yang ga beres… malah merusak.
Yang tertarik datang aja Gan…
Sambil belajar budaya, sambil jalan2.
Ane asli orang sini Gan….
Didoain sama2 aja Gan!!!
Comment by rama — September 15, 2009 @ 09:00 |
saya terkejut melihat candi tikus ini dan selalu ingin bicara gimana candi tikus bisa di temukan
Comment by alvianti a.r — November 8, 2009 @ 13:58 |