Everything About World

March 1, 2009

Memasuki Era Siaran Televisi Digital

Filed under: Video Production — cecepswp @ 10:48

Jika Paul Nipkow dan John Logie Baird masih hidup pasti akan geleng-geleng kepala melihat perkembangan televisi saat ini. Dari televisi dengan ukuran sebesar bolam lampu pijar yang nontonnya harus melotot sampai tv plasma yang tebalnya mirip papan tripleks dan segede layar tancap.
Sudah berpuluh-puluh tahun televisi menggunakan teknologi analog yang penggunaan kanal frekuensinya sangat terbatas.  Dengan semakin berkembangnya jaman, frekuensi yang dipergunakan sudah semakin padat. Hal itu juga mempengaruhi kualitas siaran yang ditangkap oleh televisi analog.

Oleh karena itu sejak tahun 2003 Jerman sudah memulai meninggalkan teknologi televisi analog dan menggantikannya dengan teknologi televisi digital. Selang beberapa waktu kemudian negara-negara lain seperti Jepang, China, dan Amerika juga akan menerapkan siaran tv digital, bahkan Inggris dan Perancis sudah memulai menghentikan secara total siaran tv analog.

Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia juga tidak mau ketinggalan, pada tanggal 13 Agustus tahun lalu TVRI sudah mengawali percobaan siaran digital untuk pertama kalinya. Dan pada bulan Maret tahun ini salah satu produsen televisi di Indonesia juga akan mengujicoba siaran televisi digital sekaligus memperkenalkan rangkaian Set Top Box yang merupakan alat tambahan pada televisi analog untuk meenrima siaran tv digital dan TV Digital Set.
Karena perpindahan teknologi analog ke digital sudah dirasa sangat perlu, pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika mengeluarkan peraturan tentang ujicoba lapangan penyelenggaraan siaran televisi digital dengan menggunakan sistem siaran Digital Video Broadcasting Terrestrial (DVB-T)

Apakah yang dimaksud dengan Siaran TV Digital?
TV digital mempunyai tiga sistem standart yaitu:
- DVT (Digital Television), sistem yang berlaku di Amerika;
- DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial), sistem yang berlaku di Eropa; dan
- ISDB-T (Integrated Services Digital Broadcasting Terrestrial), sistem yang berlaku di Jepang.

Siaran televisi digital mempunyai keunggulan pada kualitas gambar yang lebih halus dan tajam, pengurangan terhadap efek noise, kemudahan untuk recovery pada penerima dengan error correction code, serta mengurangi efek dopler jika menerima siaran tv dalam kondisi bergerak (misalnya di mobil, bus, maupun kereta api).
Selain itu sinyal digital dapat menampung program siaran dalam satu paket, dikarenakan pemakaian bandwidth pada tv digital tidak sebesar tv analog.

5 Comments »

  1. Just dropping by.Btw, you website have great content!

    ______________________________
    Professionally Written And Inspirational Wedding Speeches And Toasts…

    Comment by Biju — March 3, 2009 @ 06:34 | Reply

  2. saya ngak ngerti

    Salam kenal dululah

    ditunggu dukungan dan kunjungannya

    terimakasih

    Comment by myrazano — March 15, 2009 @ 08:59 | Reply

  3. Apakah TV digital mirip dengan TV kabel ?
    Apakah menggunakan kartu ? Jaringannya melalui internet ?
    Atau dapat di tangkap menggunakan antena biasa ?

    SalaM

    Comment by jdhfh — March 26, 2009 @ 13:20 | Reply

    • Mirip, tapi tanpa kabel alias tetap pake antena. Kartu sih nggak, cuma pakai set top box (sementara ini), tapi nanti kalo TV yang digital ready sudah tersedia, maka set top box sudah tidak diperlukan. Kalo make internet namanya IPTV, masih jauh lah wong broadband tanah air aja belum meluas. Mengingat DVB-T make kanal UHF jadi semestinya ditangkap pake antena biasa masih bisa, kalaupun haarus ganti antena bakal lebih kecil dan kompak/indoor.

      Comment by Mas Gaptek — June 1, 2009 @ 08:15 | Reply

  4. Teknologinya sama seperti DVB-H di ponsel2 gak???
    Apa bisa menonton DBT di ponsel DVB-H??

    Comment by Wahyu — June 14, 2009 @ 06:29 | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.