Linux Bintang di Film “Sinbad”

Posted: July 5, 2007 in LINUX, Video Production

Studio film, DreamWorks mengembangkan penggunaan Linux dalam film-film animasi mereka. “Sinbad: Legend of the Seven Seas” 100 persen menggunakan Linux. “Spirit: Stallion of the Cimarron,” adalah pionirnya.

Melalui kerjasama dengan Hewlett-Packard, studio film ini mengawali penggunaan Linux dalam film “Shrek“. Mereka menggunakan beberapa server HP lower end dalam mempercepat proses rendering, yaitu proses dimana gambar-gambar yang telah disusun dilengkapi dengan warna yang detil dan tekstur kulit.
Dalam film “Spirit: Stallion of the Cimarron,” DreamWorks menggunakan workstation Linux. “Spirit” yang disutradarai oleh Kelly Asbury dan Lorna Cook, ceritanya ditulis John Fusco adalah film animasi pertama yang secara keseluruhan menggunakan Linux. Film ini dirilis Mei 2002 setelah melalui proses produksi selama tiga tahun.

Dalam “Sinbad” yang rencananya akan diluncurkan Minggu ini, DreamWorks 100 persen menggunakan workstation Linux HP dan server Linux untuk rendering. Hal ini disampaikan Jeff Wood, Direktur Marketing Produk HP Personal Workstation Business.

Penggunaan Linux sendiri terus meluas di studio film tersebut. DreamWorks memakai workstation HP x4000 yang menjalankan Linux dalam proses pembuatan “Shrek 2,” dengan sekarang ditambah penggunaan xw8000s. Menurut Wood, film DreaWorks lainnya, “Shark Slayer” juga menggunakan sistem xw8000.

Wood menjelaskan, sekitar 250 dari 1000 workstation LinuxHP di studio digunakan dalam membuat “Sinbad.” Sebagai tambahan untuk sistem tersebut, studio itu memiliki ratusan server linux HP lower end setebal 1,75 inci untuk membantu rendering.

Tentang DreamWorks, studio film ini dimiliki oleh Steven Spielberg, Jeffrey Katzenberg dan David Geffen. Awal tahun 2002, HP dan DreamWorks mengumumkan aliansi teknologi senilai jutaan dolar AS dalam kontrak sepanjang tiga tahun. Dalam kontrak ini, HP akan menyediakan infratruktur komputer kepada DreamWorks dalam membangun studio digital generasi ke depan.

Di DreamWorks, Linux sebenarnya tidak terlalu hebat kemampuannya. Dia hanya mampu menggambar sekitar tiga frame per detik. Akan tetapi dengan optimisasi dari HP pada sistem operasi, untuk mengakomodasi fitur seperti kartu grafis ganda, sistem itu mampu menggambar 46 frame per detik.

Animasi digital di industri film Hollywood menggunakan Linux sebenarnya sudah dilakukan sejak dulu. Film sukses yang sebagian proses animasinya memakai Linux adalah film “Titanic” yang dibuat tahun 1997. Film “Lord of The Ring” juga menggunakan Linux meski harus berbagi ruang dengan IRIX pada workstation SGI.

Tidak hanya HP, IBM juga menawarkan teknologi berbasis Linux. IBM menyebut teknologinya sebagai yang termurah dan tercepat untuk sistem yang lebih stabil untuk dipakai di studio film. Sampai saat ini, ada beberapa film yang merupakan hasil pengimplementasian teknologinya seperti yang tampak pada “The Faculty,” “Dogma” dan “Scary Movie,” yang diproduksi oleh Threshold Digital Research Lab.

Sumber  : DetikInet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s