Selamatkan Trowulan!

Posted: January 9, 2009 in Serba serbi

proyek-pembangunan-pusat-informasi-majapahit

proyek pembangunan pusat informasi majapahit (sumber SCTV)

Sewaktu saya berselancar mencari informasi tentang peninggalan-peninggalan bersejarah di Indonesia, sempat melihat kalimat “situs Kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto mengalami kerusakan…” Kemudian pencarian di mesin pencari saya ubah dengan kata kunci “majapahit trowulan rusak”. Hasilnya  sangat mengejutkan, pada halaman pertama terpampang banyak berita tentang situs Majapahit yang berada di Trowulan, Mojokerto – Jawa Timur telah sengaja dirusak oleh pemerintah dengan alasan untuk membangun Trowulan Information Center atau Pusat Informasi Majapahit. Bangunan tersebut memakan tempat di area bekas kota Majapahit seluas 2.190 meter persegi. Sumber berita mengenai hal itu bisa dilihat disini.

kawasan-situs-trowulan

Kawasan Situs Trowulan (sumber http://www.majapahit-kingdom.com)

candi_tikus-trowulan

Candi Tikus - Trowulan (sumber http://www.majapahit-kingdom.com)

Wohohohoho…great and bad news! Saya tidak akan membahas soal berita itu, karena pada link berita tersebut sudah dijelaskan panjang lebar. Saya hanya membayangkan disana terdapat sebuah bangunan megah yang katanya sebagai pusat informasi tentang segala macam seluk beluk yang berhubungan dengan Majapahit, dan…juga sebagai simbol penghancuran luar biasa terhadap peninggalan bersejarah.

Itu baru Trowulan, belum peninggalan-peninggalan bersejarah di lain tempat yang banyak tidak/belum terurus sampai saat ini.
Yang saya tidak habis pikir kenapa harus di area situs, kenapa tidak di lain tempat? Kalau di area situs dibangun bangunan hasil rekonstruksi ulang dari Jaman Majapahit sih ngga’ masalah.

Semoga yang mengerjakan proyek tersebut dari pencetus ide sampai ke pelaksana pembangunan mendapatkan malapetaka dan bernasib sial😀

Comments
  1. ayo kita selamatkan….tepatnya dimana nih kang, lam kenal

  2. cecepswp says:

    Salam kenal juga, saya ada di Magelang kang🙂

  3. bonar says:

    indonesia memang bangsa yang “rada aneh” disaat negara lain berlomba-lomba menyelamatkan asset bersejarahnya, eh ini malah menghancurkan dengan dalih pembangunan, rupanya udah kehabisan proyek kali yah bapak2 kita ug di pemerintah, mumpung masih berkuasa sampe bulan 4 ini jadinya serba dikebut, aji mumpung…

    sorry mas, rodo emosi kiy…hehehehe…

    salam kenal yoo..

    suwon,

    bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

  4. cecepswp says:

    Pertama Indonesia udah dibilang aneh dalam manajemen promosi pariwisata, sekarang kita dibilang aneh lagi sebab membangun bangunan di kawasan “terlarang” yang alasannya untuk pariwisata juga:D

    Ojo-ojo emang kita sebenernya masyarakat yang aneh yo…HueHueHueHue😀

    Salam kenal juga kang, tengkyu udah berkunjung di blog saya ={^o^}=

  5. cookies says:

    Sayang tempat bersejarah, sekarang jadi begini,
    pada hal kalau diluar negri sudah dijadikan tempat wisata yang menarik🙂

  6. cecepswp says:

    itulah Endonesa😀

  7. heptadesain says:

    Untuk melihat Desain sebenarnya dari Pusat Informasi Majapahit lihat link:http://heptadesain.wordpress.com/2009/01/14/desain-trowulan/ dan kronologi keterlibatan arsitek (Baskoro Tedjo) lihat link:http://heptadesain.wordpress.com/2009/01/14/kronologi-proyek-pusat-informasi-majapahit-pim/

  8. cecepswp says:

    @heptadesain

    Terimakasih atas kunjungannya kesini dengan informasi lebih detail mengenai kontroversi pembangunan Pusat Informasi Majapahit di Trowulan, Mojokerto – Jatim.

    Tapi yang jelas area tersebut sudah terlanjur rusak, juga citra Indonesia sudah makin buruk di mata Internasional karena dinilai dengan sengaja telah merusak bukti-bukti sejarahnya sendiri.

    Apakah tidak belajar dari kasus di Praha – Cheko yang rakyatnya mengkritik atas tindakan pemerintahnya yang sengaja memberikan ijin untuk mendirikan bangunan mall di sebuah area situs bersejarah?

    Saya hanya berharap, Kasus Trowulan menjadi pelajaran yang sangat-sangat berharga bagi kita semua, walaupun sudah membuat kerugian yang sangat besar sekali…

  9. taufiktop says:

    wahh sayang seribu sayang situs yang bernilai sejarah tinggi telah rusak oleh tangan2 orang sok keminter!!
    menyebalkan euii…..

    maksudna baik tapi ilmunya gak ada, sama aja merusak!!

    aku jadi geram saat nonton liputannya di potret sctv…..

    yow!

    piye jal???

    ????????

  10. taufiktop says:

    mulane dadio boch kang pinter ! jo sok keminter sodara2!!

    nggolek ilmu kanggo kemaslahatan wong akeh…
    jo mung gie nggolek duwit….

    tul sodara2!!!??

  11. Deddy Prihambudi SH says:

    Surya Majapahit itu bahkan masih menghiasi pengimaman di Masjid Agung Ampel, Surabaya.

    Semua yang terlibat dalam pengrusakan situs Majapahit kini sedang kita seret ke hadapan peradilan sejarah.

    Mohon doa restu, agar semua upaya kita dalam menyelamatkan situs tersebut, akan dimudahkan oleh Allah.

    Sampai jumpa di Trowulan.

    Salamun ala manittaba’ al huda.

  12. Judith says:

    Masa sih mas,sebelah mananya yaa…waktu itu aku sempet ke trowulan ke candi bajang ratu juga🙂

  13. blogngeblog says:

    Ya gue juga pernah nonton tuh beritanya… rasanya sangat menyedihkan peninggalan sejarah bangsa ini hancur berantakan. padahal gue sangat menyukai sejarah, namun Majapahit yang merupakan bagian sejarah dari Indonesia yang engga ada rekayasa akhirnya hancur berantakan.

  14. accord says:

    seringkali gara2 petinggi yang menjabat hanya sekian tahun yang ndak mau tahu yang penting dapat duit proyek mumpung masih berkuasa. huff… itulah kalau mempunyai pemimpin hasil sogokan hasil money politik dan semacamnya.

  15. Sangkara says:

    Seberapa besarkah kerusakannya? Menurut kabar, luas Situs Trowulan 9 x 11 km, lalu ….. yang (di) rusak berapa kilometer sih???? Jika memang tidak boleh membangun di Situs Trowulan, lalu, apakah semua bangunan yang ada sekarang harus juga dibongkar? Ya mBok yao jangan begitu …..

  16. cecepswp says:

    Tentang seberapa tingkat kerusakannya emang ngga’ sampai berkilo-kilo meter luasnya, tapi 1 meter persegi-pun sudah termasuk merusak jika mendirikan bangunan baru tanpa melalui analisis mengenai dampak lingkungan terhadap situs tersebut.
    Soal area situs harus “disterilkan” dengan cara membongkar semua bangunan yang sudah ada sepertinya terlalu berlebihan dan ngga’ logis hehehe…

  17. fetro says:

    sayang banget ya mas, tapi masyarakat bisa bantu apa ya?
    gak hanya candi, banyak bangunan bersejarah lainnya yang nggak keurus salahsatunya kota tua di Semarang.

  18. budiono amrullah says:

    untuk yang suka ngrusak situs,..sebagai orang mojoagung – jombang yang berbatasan langsung dengan Trowulan-Mojokerto cuma bisa ngomong : Jiancook kalian…

  19. budiono amrullah says:

    untuk yang suka ngrusak situs,..sebagai orang mojoagung – jombang yang berbatasan langsung dengan Trowulan-Mojokerto cuma bisa ngomong : Jiancook kalian……………………….

  20. Bnjr Pethuk says:

    Trm ksh atas infonya.
    Mungkin pemerintah punya maksud lain yaitu semakin melestarikan budaya. Tapi yg dimaksud menghancurkan itu apa?

  21. Ronas says:

    Salam Kangmas,

    Ada lagu yang pas utk pemerintah : “… Aku masih seperti yang dulu …”, masih tidak peduli akan Kesejarahan Indonesia karena dirasa tidak menghasilkan uang. Sungguh memalukan ya …

  22. farichah says:

    menarik juga to dikunjungi bersama murid2 to belajar sejarah bangsa dan empati terhadap warisan leluhur, gimana caranya..trus supaya dapat pengetahuan yang pada porsinya. tidak berdasarkan kepentingan2 tertentu.

  23. Ryan says:

    Bisa2 anak cucu kita gak tahu kalo dulu pernah ada kerajaan Majapahit ..waks

  24. rama says:

    Warisan budaya yang menarik.
    Niat awalnya sech bagus ingin menyatukan semua peninggalan budaya Majapahit, tapi proses pelaksanaannya yang ga beres… malah merusak.

    Yang tertarik datang aja Gan…
    Sambil belajar budaya, sambil jalan2.
    Ane asli orang sini Gan….

    Didoain sama2 aja Gan!!!

  25. alvianti a.r says:

    saya terkejut melihat candi tikus ini dan selalu ingin bicara gimana candi tikus bisa di temukan

  26. nikki chan says:

    kalo menurut saya sih pusat informasi mojopahit juga perlu lho.
    Didalamnya ada artefak2 peninggalan jaman kerajaan mojopahit.

    Terakhir saya ke Trowulan minggu lalu untuk studi penelitian kampus.
    Mungkin saja situs ini tidak dirusak, namun dipindahkan, bahkan dimasukkan ke dalam museum.
    Apakah masing-masing dari Anda sudah masuk dan melihat Museum tersebut?
    Di dalam museum ada sebuah sumur yang bahkan letaknya pun tidak dipindahkan.
    Apakah ini yang dimaksud dengan merusak di berita itu?

    Bila pusat informasi Mojopahit ini tidak ada, mau diletakkan di mana artefak peninggalan Mojopahit?
    Museum lain? Misalnya di mana? Benda-benda artefak itu butuh tempat.
    Selain dirawat, dapat dipamerkan juga kan?
    Ingat,tidak semua yang di media itu akurat.

    Coba saja sendiri ke Trowulan dan silahkan mengunjungi museumnya.

    • cecepswp says:

      Andai anda mengunjunginya pada bulan Januari mungkin bisa mengetahui kenyataannya seperti apa, soalnya informasi tersebut bukan hanya dari media saja. Berdasarkan informasi teman-teman saya yang berada di Mojokerto memang benar adanya bahwa telah terjadi kerusakan di beberapa area pada situs tersebut.

  27. Surya Prabu Kencana Ayu says:

    kita tidak bisa mengatur sejarah
    tapi kita semua akan di atur oleh sejarah
    BUKTIKAN…………!!!!!!!!!!!!!!!

  28. roni says:

    yunani punya acropolis, itali punya visuvius, peru punya Machu Picchu, Indoneia punya trowulan.. so mari lestarikan situs bersejarah ini……..

  29. sulkan says:

    ass wr wb. Cak, Kang,Mas ayo kita perangi orang2 yg mau merusak pusat informasi kerajaan mojopahit………! sungu kecewanya tempat kelahiran saya pusat kerajaan mojopahit di oberak abrik orang2 yg TELO pemikiran jaman sekarang, tempat kerajaan harus di banggakan liat kerajaan lain selalu di pugar tapi kenapa di TROWULAN JADI BEGINI saya berdiam di kal tim KERAJAAN KARTA NEGARA SELALU DI PUGAR DENGAN BAIK…..? sungu kecewanya saya ini PUTRA MOJOPAHIT malah jadi berantakan. CAM ITU DENGAN BAIK TROWULAN JANGAN DI RUSAK PUSAT INFORMASI KERAJAAN.

  30. sulkan says:

    yang perlu di ketahui kepada BAPAK BUPATI H. MUSTOFA yg terpilih, saya jauh2 dari kal tim untuk memilih beliau supaya kota mojokerta tidak ketingalan jaman, tolong deh kita benahi pusat informasi kerajaan mojopahit SOALNYA DI MANCA NEGARA JUGA TAU PUSAT MOJOPAHIT DI TROWULAN ITU SDH ADA DI BUKU. jadi kita tingal melanjutkan saja kan…? kurang apa lagi kerajinan pemahat patong sdh ada di wates dan desa lain nya , pengrajin patong cor kuningan juga ada di BEJIJONG kurang apa lagi kalo bisa pembeli kerajinan bisa datang ke kota mojokerto (TROWULAN) oke salam sulkan mojopahit.

  31. yuyun says:

    sdr/1 yth, saya disini jg sangat menyayangkan kejadian tersebut, tapi sebenarnya saat itu para pekerja tidak mengetahui apabila dibawah tanah yg mereka gali adalah tempat situs bersejarah. Setelah mengetahui hal tersebut pihak2 yg berkompeten didalamnya pun membatalkan pembangunan. Begitu berita yg sekarang, kalau anda2 ingin tahu silahkan dtg ke situs purbakala trowulan aja ya. trim’s

  32. aloysius says:

    APA YANG BISA SAYA BANTU,

    Saya rasa tidak hanya situs trowulan yang mengenaskan

  33. hari says:

    Setuju Kalau di area situs dibangun bangunan hasil rekonstruksi ulang dari Jaman Majapahit!

  34. wong nesu says:

    hehehe baru nyadar kalo kita bangsa aneh. palagi pemerintah dan para aparatx yg “keparat” (maaf rodo semosi) kita ni bangsa proyek. liat aja jalananx yg tiap lebaran tambal sulam pakai lem glukol di kasih warna hitam (kayak ban bocor ya) makanya jalanan kita g nambah2. tempat2 bersejarah dijadikan rumah pijat++, plasa, apartaman. pendidikan aja programnya g jelas tiap ganti menteri ngalur ngidul ganti program. alih2 mwujudkan swasembada beras, eh sawah2 sengaja dirusak irigasix oleh pemerintah daerah

  35. semoga aja,,yg sengaja mmbangun bngunan di tempat situs dg sengaja,,,biji pelernya nambah jadi 5,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s