Bergoyang Itu Indah

Posted: September 29, 2012 in Video Production
Tags: , ,

Making Your FilmJudul diatas bukan mau membahas soal goyangan tarian lho, tapi mengenai penggunaan kamera dalam pengambilan gambar. Eh tapi jangan salah lho, seorang juru kamera bisa mendadak jadi penari😀 Jadi begini maksudnya, dalam pengambilan gambar pasti menginginkan dapat merekam gambar dengan stabil tanpa goyangan kasar seperti kena gempa.

Dalam dunia sinematografi merekam gambar goyang boleh kok, tapi ya itu dia harus punya nilai seni dan alur. Kalau cuma asal goyang sih semua orang juga bisa menggunakan kamera video dan hasilnya goyang bahkan jumpalitan karena hanya mengikuti naluri alamiah bahwa obyek yang didepannya harus terekam.

Baiklah kembali soal gambar bergoyang, anda bisa mendapatkan sebuah alur adegan yang bisa dinikmati walaupun secara visual gambar terlihat bergoyang (berombak). Selain dari tuntutan cerita pengambilan gambar bergoyang juga sebagai kamuflase untuk menutupi cacat gambar selama pengambilan. Misalnya anda harus merekam suatu suasana pesta yang terdapat banyak orang di satu lokasi. Kadang anda harus merekam beberapa obyek tanpa putus walaupun jaraknya berjauhan, otomatis sebagai seorang juru kamera harus jalan kesana kemari untuk merekamnya.

Kondisi tersebut diperparah anda tidak menggunakan perangkat bantu seperti stabilizer kamera, hingga gambar dipastikan akan bergoyang kesana kemari berombak tak menentu. Hal tersebut bisa diakali dengan melakukan perekaman mirip seperti menggunakan stabiliser cuma bedanya alat bantunya ya tangan anda sendiri. Selama anda berjalan gerakan kamera dengan halus untuk menghindari efek goyangan kasar di kamera. Pergunakan tangan anda sebagai pengganti tongkat stabiliser, meredam goyangan dengan mengayunkan tangan secara perlahan bagai seorang penari.

Shooting tanpa stabilizer

Bingung? Pernah lihat orang latihan atau film tai chi kan? Nah seperti itu gerakannya halus kesana kemari tapi fokus pada sasaran. Demikian pula dengan kamera, biarpun kamera bergerak tak stabil tapi fokus tetap pada obyek yang dituju dan jika dilihat secara visual akan mengandung nilai artistik tersendiri. Yang penting anda harus mengendalikan tangan seperti halnya menggunakan stabiliser. Bingung lagi? Praktekan saja! Soalnya kalau tidak dipraktekan yang ada pasti hanya bingung dan tidak mengerti hehehehe….

Kalau ingin merekam banyak obyek gimana kan susah tuh? Benar sekali memang susah…kalau hanya diimajinasikan🙂 Dulu saya juga begitu, fokus pada satu obyek aja kelihatannya saja sudah susah apalagi ganti-ganti obyek. Tapi setelah beberapa kali mencoba akhirnya bisa juga tuh mendapatkan gambar yang goyang tapi halus (smooth) Nah intinya teori atau ide tidak akan menghasilkan sesuatu jika tidak dipraktekan. Ok deh, silakan dicoba dan jangan takut salah dan gagal. Untuk mendapatkan hasil yang bagus perlu mengalami banyak kegagalan, karena kegagalan itu adalah bagian dari pengetahuan.

Comments
  1. Ria Florist Pekanbaru says:

    Mantap
    baru mau coba2 usaha video soting neh.. hehehe

    tquntuk ilmunya ya mas lek broo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s