Senandung Request Timed Out

Posted: April 3, 2013 in Network
Tags: , , ,

Senandung Request Timed OutTernyata saya sudah “mengabaikan” blog ini sejak bulan November 2012, berarti udah 4 bulan tidak pernah menegok karena sibuk dengan blog-blog lainnya hehehe… Sebenarnya ingin sih terus update isinya tetapi perhatian saya habis ditempat lain. Sebenarnya tidak hanya itu, akses internet yang sangat “Indonesia” banget menjadi salah satu penghambat ide untuk menulis. beberapa teman yang sebelumnya aktif ternyata juga senasib dengan saya, blognya sudah tidak terurus. Andaikata itu adalah suatu hal yang nyata pasti sudah ditumbuhi lumut dan rumput karena ditinggal penghuninya entah kemana😀

Saya lihat beberapa tulisan terdahulu soal sinematografi masih menjadi mendapat perhatian dari sebagian besar pengunjung. Memang salah satu dari tujuan kembali kerumah lama ini ingin melanjutkan tentang topik tersebut. Sayangnya karena berkutat dengan pekerjaan lain sehingga hobi pada dunia perfilman menjadi terbengkalai. Oleh karena itu mulai kemarin sudah mulai membuat draft tulisan-tulisan lagi untuk mengisi blog ini agar tetap hidup.

Baiklah sekarang saatnya saya akan mengeluarkan isi kepala yang sudah meradang akibat dikerjain oleh akses internet yang selama beberapa bulan ini membikin berantakan semua pekerjaan. Walaupun sudah berganti-ganti penyedia layanan akses internetsampai memilih paket yang mahal ternyata kalau dhitung dalam waktu 30 hari masa efektif layak pakai hanya kurang dari 2 minggu. Sinyal sih penuh, tapi kalau modem sudah tersambung dengan jaringan server hasilnya browser sering keluar tulisan Timed Out!

Ada sebagian orang bilang bahwa lokasi menentukan prestasi, nah ini sudah pindah-pindah malah pernah dicoba deket BTS tetap saja Timed Out! Sampai saya jadi heran sendiri apakah layanan Internet di Indonesia ini sedemikian burukkah sehingga pelanggan harus menjadi kutu loncat karena sering berganti-ganti penyedia layanan akses internet? Dari satu sisi beberapa pihak penjual bandwidth bilang perilaku konsumen pengguna internet tidak wajar sehingga membuat layanan tidak maksimal. Kalau menurut saya pelanggan tidak sepenuhnya salah karena mereka telah mebayar sesuai yang ditawarkan dan menggunakan juga dengan maksimal. Lha iya to, mosok sudah ngeluarin uang harus ngirit pakai internet yang katanya unlimited?

Ada orang lain lagi bilang setiap posisi mempengaruhi hasil yang diterima khususnya pengguna mobile broadband. Padahal yang namanya ganti posisi sudah geser sana geser sini sampai dibantu dengan aplikasi tambahan dan dapat nilai yang tertinggi tetap saja tidak memuaskan. Kejadian itu seperti mengulang kasus yang dulu sekitar 2 tahun lalu selama hampir 6 bulan menggunakan operator yang katanya “handal” tapi dalam 1 bulan hanya bisa menggunakan selama 1 minggu saja. Sedangkan 3 minggu lainnya koneksi sering putus sendiri, bisa konek tapi idle, hanya bisa buka situs tertentu saja sedangkan yang lainnya hanya bisa membuka tulisan Timed Out!

Yah itulah ungkapan isi kepala saya yang sudah pegel merasakan betapa hancurnya kualitas internet di Indonesia. Akhirnya hanya bisa berkesimpulan bayar mahal tidak selalu menjadi jaminan dapat prioritas mendapatkan akses yang berkualitas. Ungkapan jam pocong, ngesot, keong, siput, dan masih banyak lagi merupakan penghargaan untuk para penyedia jasa layanan internet mobile “yang katanya” broadband dari pelanggan-pelanggan yang sudah sering dikecewakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s