Misteri Dibalik Penemuan Sir Isaac Newton

Posted: January 12, 2016 in Misteri
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Sir Isaac Newton

Sir Isaac Newton

Sir Isaac Newton dikenal sebagai ilmuwan terkenal sepanjang sejarah yang memiliki kisah misterius dan tidak banyak orang yang mengetahuinya tentang apa yang dia perbuat hingga masa akhir hayat dengan meninggalkan segudang misteri. Mari kita kembali ke kehidupan masa lalu Newton ketika masih muda.

Pada tahun 1661 ketika Isaac Newton berumur 18 tahun dia tercatat sebagai salah satu siswa di universitas Cambridge. Tahun 1664 ketika mengikuti mata kuliah matematika yang diajarkan oleh Isaac Barrow terlihat Newton memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai penelitian ilmiah secara mandiri dan orisinil.

Cambridge London UK

Bangunan Universitas Cambridge, London – UK

Tahun 1665 terjadi peristiwa wabah penyakit yang luas di Kota London yang mengakibatkan Newton meninggalkan Cambridge menuju ke tempat tinggal keluarganya, 161 km arah utara London tepatnya di Woolsthorpe. Selama 2 tahun disana dia menciptakan matematika kalkulus, menemukan tentang sifat cahaya, dan teori tentang gravitasi yang didapatkannya secara tak sengaja dari jatuhnya sebuah apel.

Rumah Keluarga Isaac Newton di Woolsthorpe

Rumah Keluarga Isaac Newton di Woolsthorpe

Newton telah menemukan hukum dasar yang mengatur alam semesta sekembalinya dari Cambridge. Namun dia tidak memberitahukan kepada siapapun tentang penemuannya tersebut. Isaac Newton memiliki karakter pribadi yang unik. Senang mengerjakan segala sesuatu yang tergolong penting serta seringkali menaruh catatan-catatan penting itu dibawah tempat tidur dan kemudian melupakannya.

Dia tipe orang yang suka merahasiakan sesuatu dan tidak tertarik memberitahukan tentang pekerjaannya kepada dunia luar. Beberapa ahli sejarah memberikan suatu kesimpulan bahwa Newton adalah sosok yang buruk dalam hal hubungan sosial. Empatinya terhitung sangat rendah seperti memiliki perasaan curiga yang berlebihan, ketakutan, dan bisa digambarkan “kejam dan sadis” dalam urusan interaksi sosial.

Dia lebih senang menyendiri dengan berbagai pekerjaan dengan fokus tinggi untuk menyelesaikan segala percobaannya secara tertutup. Keunikan yang nyleneh itu pada akhirnya membuat penasaran dosen matematikanya yaitu Isaac Barrow.

Isaac Barrow

Isaac Barrow

Barrow perlahan namun pasti mulai memperkenalkan Newton kepada teman-teman sejawatnya. Pada abad ke-17 ada hal yang berbeda dengan sekarang mengenai penyampaian suatu pemikiran atau pendapat khususnya bagi para ilmuwan. Isaac Barrow selalu mengirim beberapa tulisan hasil dari pekerjaan Newton pada sekelompok orang sehingga orang-orang dalam jumlah kecil itu mengetahui bahwa Newton adalah calon ahli matematika masa depan.

Ilustrasi Royal Society

Ilustrasi Royal Society

Para ahli matematika pada masa itu dikenal sangat membutuhkan suatu penghormatan, sehingga pada tahun 1660 dibentuklah Royal Society. Organisasi tersebut dibentuk untuk tujuan memperbaiki ilmu pengetahuan alam. Pada dekade itu Isaac Newton masuk dalam daftar ilmuwan yang diunggulkan selain Robert Boyle, Christopher Wren, dan Edmond Halley.

Para anggota perkumpulan itu senang mendengar ide-ide dari Newton namun ada masalah tersendiri akibat dari perilaku sosial Newton yang suka merahasiakan pekerjaannya itu. Semakin banyak karya ilmiah yang Newton buat membuatnya makin menjadi sosok penyendiri dan tertutup.

Ahli sejarah menduga bahwa Newton mengerjakan itu hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Tidak ada hasrat untuk membuktikannya ke dunia luar. Hanya Isaac Barrow-lah yang bisa berkomunikasi dengannya selama dalam “pengasingan” di kamar kerja. Sekian lama menjadi “manusia kamar” akhirnya Barrow bisa membujuk Newton untuk keluar dari “pertapaannya” dan mulai berinteraksi dengan dunia luar.

ReplikaTeleskop Cermin Newton

ReplikaTeleskop Cermin Newton

Teleskop cermin adalah salah satu penemuan Newton yang ditunjukkan kepada Barrow dan kemudian membawanya ke Royal Society. Teleskop ciptaaan Newton ini terhitung revolusioner karena lebih kecil 10x dibandingkan dengan teleskop pada masa itu.

Teleskop pada waktu itu disebut teleskop bias dengan menggunakan lensa untuk memperbesar obyek. Semakin besar lensa akan makin bagus pembesaran gambarnya. Tapi untuk melihat planet maupun bintang di angkasa harus dibutuhkan teleskop yang luar biasa besarnya dan tentunya akan sangat memakan tempat.

Teleskop ciptaaan Newton menggunakan dasar pantulan cermin ukuran kecil dengan pembesaran yang sama serta jauh lebih mudah untuk digunakan. Sebenarnya bukan soal ukuran yang menjadi masalah terhadap teleskop jadul, tapi pengelihatan terhadap pembesaran suatu obyek benda menyebabkan adanya pelangi kecil di tepi obyek benda. Hal itu membuat obyek sulit dilihat secara baik.

Efek diatas disebut juga dengan penyimpangan warna, namun cacat itu tidak terdapat pada teleskop buatan Newton karena dia telah berhasil memecahkan permasalahan rumit yang dihadapi oleh para ilmuwan tentang cahaya.

Setelah anggota Royal Society menerima karya teleskop Newton itu mereka ingin mengetahui lebih banyak tentang penemuan Newton lainnya. Newton akhirnya mengirim salah satu penemuannya mengenai spektrum warna dan cahaya.

Diagram Teleskop Reflektor Cermin Newton

Diagram Teleskop Reflektor Cermin Newton

Karya tulis Newton ini memang sudah dirahasiakan lama dan menjadi dasar dia membuat teleskop menggunakan cermin. Newton menemukan bahwa saat cahaya melewati lensa maka akan terbagi menjadi beberapa warna konstituen. Jika dilewatkan ke lensa lagi maka cahaya tersebut tidak terpecah-pecah lagi.

Spektrum Warna Newton

Spektrum Warna Newton

Newton memiliki teori bahwa cahaya putih terdiri dari berbagai warna dasar. Penemuannya ini mengubah cara pandang selama ini tentang chaya dan konstruksi teleskop. Teleskop Newton untuk pertama kalinya membuat planet-planet terlihat dengan jelas tanpa ada cacat soal bias warna. Hal itu membuat para ilmuwan masa itu mengakui kejeniusannya yang luar biasa dan akhirnya Newton mulai semakin terbuka dengan dunia luar.

Robert Hooke

Robert Hooke

Salah satu ilmuwan berbakat pada masa itu yaitu Robert Hooke yang sekaligus seorang kurator eksperimen di Royal Society juga orang terkenal dalam perkumpulan itu. Dia selalu menjadi “selebriti” di Royal Society hingga kehadiran Newton dirasakan adalah suatu “ancaman” serius terhadap statusnya. Robert Hooke adalah tokoh populer yang senantiasa menyampaikan pendapatnya di warung kopi. Penyampaian di warung kopi pada saat itu merupakan suatu budaya serta cara tepat untuk berinteraksi dengan orang lain terhadap segala gagasan-gagasan penting terutama soal ide ilmiah.

Ide tentang ilmu pengetahuan pada masa itu biasa menjadi perdebatan menarik di warung kopi dengan orang-orang yang berpikiran jauh kedepan. Cara seperti itulah yang bertentangan dengan kepribadian Newton dan tentunya sangat tidak nyaman baginya untuk bersosialisasi model itu. Robert Hooke membaca tulisan Newton tentang cahaya dan mendapati bahwa teori tersebut bertentangan dengan pemahamannya tentang cara kerja cahaya. Hooke menuliskan kritikan tajam kepada Newton mengenai karya ilmiahnya itu dan disampaikan pada para anggota Royal Society.

Sekretaris Royal Society akhirnya menulis pesan kepada Isaac Newton perihal itu dan akhirnya membuat si penyendiri menjadi geram. Robert Hooke dengan kritikannya itu telah sukses membuat Newton kesal setengah mati karena kritikan Hooke isinya lebih banyak negatif dibanding positif. Issac Newton akhirnya memberikan reaksi terhadap kritikan Robert Hooke dengan membuat tulisan balasan sebanyak 20 lembar ke Royal Society. Dia menyampaikan secara tegas tentang kesalahan pemikiran Hooke serta memberikan alasan-alasan mengenai kebenaran teorinya tersebut.

Newton dan Hooke akhirnya saling memberikan reaksi tajam hingga akhirnya kemarahan Newton tak terbendung lagi. Newton yang telah membuka diri dengan membiarkan orang lain mengetahui segala penemuan ilmiahnya akhirnya kembali menarik diri dari dunia luar akibat perseteruannya dengan Hooke. Dia telah mengambil keputusan tidak akan lagi membagi gagasan-gagasan maupun penemuannya kepada orang lain. Selama kembali menjadi seorang penyendiri, Newton tetap melakukan pekerjaannya yang semakin misterius. Banyak hal yang dia kerjakan tak terbatas untuk mendapatkan jawaban ilmiah bagi dirinya sendiri termasuk soal alkimia (alchemy)

Ilustrasi tentang penggambaran percobaan alkimia

Ilustrasi tentang penggambaran percobaan alkimia

Alkimia adalah sebuah praktek kuno tentang harta seperti batu filsuf yang bisa mengubah logam menjadi emas. Pada masa kehidupan Newton hal itu dianggap sebagai omong kosong, mimpi siang bolong, hingga dongeng tak bertuan dan tentunya bodoh bin gebleg jika ada orang yang tergila-gila dengan itu.

Newton adalah salah satu orang yang terobsesi pasca menarik diri dari dunia luar. Dia sering lupa makan hingga lupa tidur hanya untuk mengejar jawaban dari gagasannya. Alkimia bagi Isaac Newton adalah suatu misteri ilmu pengetahuan yang harus diketahui. Dia telah membaca tentang karya tulis alkimia dan melakukan berbagai percobaan sendiri. Hal itu sangatlah berbeda dengan prinsip-prinsip revolusi ilmiah dimana si ilmuwan itu akan terbuka mengenai segala pengetahuannya.

Lebih dari satu dekade kemudian pengerjaan alkimia Isaac Newton dihentikan sementara saat ilmuwan Edmond Halley berhasil membuatnya tertarik pada ilmu pengetahuan biasa. Halley setiap kali di warung kopi selalu membicarakan tentang teori gravitasi dan orbit planet. Robert Hooke menyatakan dia telah membuktikan soal teri tersebut. Tetapi setelah menunggu sekian lama Halley masih belum mendapatkan hasil dan akhirnya dia membuat satu keputusan untuk bertemu dengan Newton.

Edmond Halley

Edmond Halley kemudian mengunjungi Isaac Newton dan bertanya apakah dia bisa memberikan jawaban tentang kegalauan Halley terhadap hubungan orbit elips planet terhadap hukum kuadran terbalik. Tanpa harus mikir panjang Newton langsung menyatakan bisa dan sanggup membuktikannya. Sebenarnya Newton telah lama menuliskan tentang yang dimaksud oleh Edmond Halley namun karena sangat banyak tulisan-tulisan ilmiahnya akhirnya catatan itu terceceran dalam tumpukan yang tak rapi di salah satu sudut kamar kerjanya. Setelah diobok-obok tumpukan kertas di setiap sudut ruangan ternyata tidak ketemu.

Selang 3 bulan semenjak kunjungan terakhir Halley ke rumah Newton, Royal Society menerima lembaran sebanyak 11 halaman dengan isi yang sangat luar biasa. Isaac Newton dalam kurun waktu 3 bulan ternyata kembali menyusun dasar-dasar ilmu fisika modern. Edmond Halley mendorong Isaac Newton untuk menerbitkan tulisan-tulisan hasil karya ilmiahnya tersebut secara resmi untuk publik. Hal itu membuat Newton menerbitkan buku tentang teori gravitasi dengan menjabarkannya secara detail tentang apa dan bagaiman hukum gravitasi itu. Ini adalah manuskrip ilmiah yang terhebat serta fenomenal milik Newton yang dikenal oleh dunia.

Buku Principia Mathematica

Buku Principia Mathematica

Karya ilmiah Isaac Newton diterbitkan dalam buku berjudul Principia Mathematica pada tahun 1687. Itu bukan hanya sekedar buku biasa, namun berisi ide-ide hebat yang menjadi suatu penemuan besar untuk dunia ilmu pengetahuan. Buku itu merupakan dasar dari ilmu pengetahuan modern dan menjadi acuan hingga saat ini. Walaupun sudah dibuktikan dan mendapatkan pengakuan, Robert Hooke masih terus menyangkal bahwa dia orang yang pertama membuktikan teori gravitasi Halley. Hooke sudah memiliki gagasan namun kelemahannya tidak cerdas dalam menggunakan ilmu matematika. guna menjelaskan secara tepat mengenai pergerakan planet.

Newton kembali ngamuk-ngamuk karena Hooke tetap ngeyel padahal nama si tukang ngeyel itu sudah dimasukkan dalam buku Principia Mathematica. Atas keangkuhan dan kesombongan Robert Hooke maka Isaac Newton memutuskan untuk merevisi isi buku tersebut dengan menghapus banyak acuan kepada Hooke dan hanya menyisakan dua saja.

Tahun 1703 Robert Hooke meninggal dunia dan itu membuat kehidupan Newton berubah drastis dalam waktu hanya satu malam. Isaac Newton kembali menerbitkan karya ilmiah besar yang lain mengenai lensa. Selain itu sepeninggal Robert Hooke di Royal Society newton akhirnya mendominasi di perkumpulan itu selama beberapa tahun hingga kematiannya di tahun 1727.

Ada ahli sejarah yang menagtakan bahwa teori cahaya yang menjadi karya besar Newton didapatkan dari tulisan tentang alkimia. Itu disebabkan Newton berpikir cahaya terdiri dari tetesan materi. Sebagaimana dia menyebutkannya sangat jelas untuk menganalisa cahaya dengan cara mirip menganalisis kimia.

Para ahli sejarah dan ilmuwan modern menyatakan bahwa Isaac Newton merupakan pelopor dunia ilmu pengetahuan yang aneh dan misterius. Hal itu disebabkan Isaac Newton juga terobsesi kode rahasia dan nubuat dalam Al Kitab. Itu tentu saja sangat beresiko tinggi terhadap pekerjaan serta kehidupannya pada masa itu. Newton terkahir memiliki ketertarikan pada teologi yang disamakan terhadap ketertarikannya dengan ilmu matematika, fisika, bahkan alkimia. Selama berjam-jam dalam satu hari dia selalu menghabiskan waktunya untuk mempelajari Al Kitab untuk konteks yang berbeda. Dia terobsesi terhadap salah satu pemikiran tentang akhir jaman. Isaac Newton meyakini bahwa dirinya diberi bakat atau anugerah untuk mengurai rahasia alam semesta melalui ilmu pengetahuan, teologi, hingga alkimia.

Banyak sekali rahasia tentang gagasan, ide, percobaan, hingga penemuannya yang tak terungkap karena menjelang kematian dia telah membakar semua tulisan hasil karyanya. Beberapa sumber mengatakan bahwa beberapa minggu sebelum Isaac Newton meninggal telah membakar ratusan bahan ilmiah yang selama ini dia rahasiakan.

Tidak ada keterangan pasti mengenai alasan Newton tidak mewariskan pemikirannya dan lebih memilih segala rahasia tentang pekerjaannya itu dibawa ke liang kubur. Ada juga yang berpendapat karya yang dimusnahkan itu tentang teologi berdasarkan pemikiran Newton yang dianggap sesat pada waktu itu. Bahkan ada yang mengatakan dari banyak catatan yang dibakar bebrapa diantaranya adalah tulisan tentang alkimia.

Para ahli sejarah yang telah lama menelusuri kehidupan Isaac Newton hanya menduga-duga bahwa si jenius yang penyendiri itu telah menemukan banyak ide spektakuler termasuk tentang alkimia yang hingga kini menjadi teori misterius serta diburu orang dari jaman ke jaman. Apapun itu Newton sendiri orang yang paling mengetahui tentang rahasia itu. Kalau tetep ada yang masih ngeyel seperti Robert Hooke silakan tanya sendiri langsung ke Sir Isaac Newton hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s